Sabtu, 10 Desember 2011

Hacking Dengan Trojan Backdoor

Mungkin sebagian Anda ada yang sudah mengenal Trojan atau biasa disebut dengan trojan horse. Ya, trojan horse adalah program jahat yang umumnya disamarkan sebagai program biasa agar tidak menimbulkan kecurigaan pengguna yang menjalankan program tersebut. Ada beberapa cara pada trojan untuk menyamarkan dirinya diantaranya adalah mengeluarkan pesan error saat dijalankan, sehingga pengguna menyangka bahwa program yang dijalankan sedang mengalami error padahal trojan telah aktif secara tersembunyi. Selain itu trojan dapat menggabungkan diri dengan program biasa tanpa pengguna sadari.
Umumnya, tujuan dibuatnya trojan adalah mendapatkan informasi dari target baik berupa password, data/dokumen penting, hingga foto pribadi. Mayoritas trojan memiliki fitur mengendalikan konputer target dari jarak jauh (remote access) dan tujuan dibuatnya trojan antara lain menggunakan target sebagai mesin untuk melakukan spam, mencuri data, mendownload malware lain, menghapus data/file, merekam tikan (keystroke logging), melihat isi layar, merekam aktivitas pengguna, merusak sistem, menghilangkan bukti digital sampai sabotase komputer.

Mengenal Trojan Backdoor

Backdoor adalah salah satu jenis trojan yang sering digunakan untuk mengontrol suatu komputer dari jarak jauh melalui jaringan baik lokal maupun Internet. Ciri khas backdoor adalah berjalan secara tersembunyi, tidak menampilkan hal-hal yang mencurigakan, serta membuka port agar komputer dapat diakses secara remote. Backdoor dapat juga disebut sebagai Remote Access Trojan atau Remote Administration Tool (RAT). Contoh trojan backdor (RAT) adalah Posion Ivy, Bifrost, Optix Pro, DarkComet-Rat, XpertRAT, Back Orifice dan Sub Seven (Sub7).
Trojan backdoor merupakan jenis malware yang sangat berbahaya. Pasalnya, selain pencurian data, komputer korban dapat dijadikan zombie untuk menyerang server. Berdasarkan suatu situs berita Jerman, seorang warga negara Jerman menyewa jasa zombie dari Rusia dengan kisaran $65 per hari untuk melumpuhkan beberapa situs judi online saat piala dunia diselenggarakan. Selain reputasi IP pada komputer korban menurun, bandwidth terkuras, kecepatan akses dan kinerja sistem pun berkurang.
Cara kerja Trojan Backdoor
Ada dua bagian backdoor, yaitu client dan server. Client adalah program yang diinstal di komputer target sedangkan server merupakan program yang digunakan attacker dalam mengoperasikan komputer target. Ada dua metode komunikasi antara client dan server yaitu direct connection dan reverse connection.
  • Pada direct connection, server berusaha melakukan koneksi ke IP target agar dapat berkomunikasi dengan client. Tapi hal ini lebih mudah diblok oleh program firewall.
  • Pada reverse connection tidak membutuhkan IP target karena serverlah yang berusaha melakukan koneksi ke IP client (attacker). Ketika attacker menjalankan client dengan koneksi Internet lain, IP pun akan berubah, lalu bagaimana membuat IP client yang bersifat taktis? Untuk mengatasi hal ini, attacker dapat memakai dynamic DNS yang banyak disediakan secara gratis oleh website-website tertentu.
Mendeteksi Backdoor
Cara manual untuk mendeteksi backdoor adalah melihat port yang terkoneksi dan port yang sedang menunggu koneksi dari luar. Berikut ini langkah-langkah untuk mendeteksi trojan backdoor.
  • Tutup semua program, terutama yang berhubungan dengan koneksi jaringan.
  • Buka dialog Run dengan menggunakan kombinasi tombol Window+R. Isi dengan "CMD"
  • Muncul jendela CMD dan ketikkan "netstat-aon"
  • Hasil perintah netstat akan terlihat sebagai berikut:
C:\Documents and Settinga\Administrayor>netstat -aon
Active Connections
Proto Local Addresss Foreign Address State PID
TCP 0.0.0.0:135 0.0.0.0:0 LISTENING 944
TCP 0.0.0.0:445 0.0.0.0:0 LISTENING 4
TCP 127.0.0.1:1028 0.0.0.0:0 LISTENING 1312
TCP 127.0.0.1:1135 127.0.0.1:3460 SYN.SENT 2328
TCP 192.168.244.131:139 0.0.0.0:0
4
UDP 0.0.0.0:445 *:*
392
UDP 0.0.0.0:500 *:*
1084
UDP 0.0.0.0:1039 *:*
692
UDP 127.0.0.1:123 *:*
1036
UDP 127.0.0.1:1900 *:*
1152
UDP 192.168.244.131:123 *:*
1036
UDP 192.168.244.131:137 *:*
4
UDP 192.168.244.131:138 *:*
4
UDP 192.168.244.131:1900 *:*
1152
C:\Documents and Settings\Administrator>
Seperti yang ada di lajur ke empat pada kolom ketiga terdapat isi yang berbeda dari baris lainnya. Pada kolom inilah perhatian akan lebih difokuskan.
Transmission Control Protocol atau TCP merupakan bagian protocol yang digunakan untuk mengirim data. Kolom kedua berisi alamat komputer, sedangkan kolom ketiga berisi alamat tujuan packet akan dikirimkan. Dalam kasus ini, contoh tersebut memperlihatkan alamat local 127.0.0.1.  Dalam kasus nyata, kolom ini berisi alamat DNS, misalnya yang dibuat melalui NO.IP.com. Sementara, kolom keempat berisi SYN_SENT yang berarti ada program yang sedang menunggu jawaban dari respon luar. Hal ini menandakan server belum terkoneksi ke client. Jika server telah terkoneksi ke client, kolom ini berisi tulisan ESTABLISHED.
Kolom terakhir berisi PID dari proses program yang sedang menjalankan rutin koneksi ini. Untuk melihat proses program apakah itu, Anda dapat menggunakan Task Manager.
Mengingat begitu berbahayanya malware yang satu ini, selain mendeteksinya dengan cara manual, Anda pun juga bisa menggunakan antivirus andal untuk membersihkan komputer Anda yang terinfeksi malware ini terutama oleh Poison Ivy.
Sumber: CHIP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar